Editors Picks

Jumat, 29 Desember 2017

Imunisasi Efektif Cegah Difteri

Imunisasi Efektif Cegah Difteri
Ilustrasi // Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Agam
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sampai dengan November 2017, ada 95 Kab/Kota dari 20 Provinsi melaporkan kasus Difteri. Sementara pada kurun waktu Oktober - November 2017 ada 11 provinsi yang melaporkan terjadinya KLB Difteri di wilayah kabupaten/kota-nya, yaitu:
  1. Sumatera Barat,
  2. Jawa Tengah,
  3. Aceh, 
  4. Sumatera Selatan,
  5. Sulawesi Selatan,
  6. Kalimantan Timur,
  7. Riau,
  8. Banten,
  9. DKI Jakarta,
  10. Jawa Barat, dan
  11. Jawa Timur.
Dalam menyikapi terjadinya peningkatan kasus Difteri, masyarakat dianjurkan untuk memeriksa status imunisasi putra-putrinya untuk mengetahui apakah status imunisasinya sudah lengkap sesuai jadwal.

''Jika belum lengkap, agar dilengkapi'', kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Oscar Primadi di Jakarta (3/12).

Masyarakat juga dihimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker bila sedang batuk dan segera berobat ke pelayanan kesehatan terdekat jika anggota keluarganya ada yang mengalami demam disertai nyeri menelan, terutama jika didapatkan selaput putih keabuan di tenggorokan.

''Masyarakat perlu mendukung dan bersikap kooperatif jika di tempat tinggalnya diadakan ORI (Outbreak Response Immunization) oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat,'' kata Oscar.

Gejala Difteri

Difteri merupakan penyakit yang sangat menular. Penyakit ini disebabkan oleh kuman Corynebacterium diptheriae.

Difteri menimbulkan gejala dan tanda berupa demam yang tidak begitu tinggi, 38ÂșC, munculnya pseudomembran/selaput di tenggorokan yang berwarna putih keabu-abuan yang mudah berdarah jika dilepaskan, sakit waktu menelan, kadang-kadang disertai pembesaran kelenjar getah bening leher dan pembengakan jaringan lunak leher yang disebut bullneck. Adakalanya disertai sesak napas dan/suara mengorok.

Difteri dapat menyerang orang yang tidak mempunyai kekebalan terutama anak-anak.

Cegah Difteri dengan Imunisasi

Pencegahan utama Difteri adalah dengan imunisasi. Indonesia telah melaksanakan Program imunisasi termasuk imunisasi Difteri sejak lebih 5 dasa warsa. Vaksin untuk imunisasi Difteri ada 3 jenis, yaitu vaksin DPT-HB-Hib, vaksin DT, dan vaksin Td yang diberikan pada usia berbeda. Imunisasi Difteri diberikan melalui Imunisasi Dasar pada bayi (di bawah 1 tahun) sebanyak 3 dosis vaksin DPT-HB-Hib dengan jarak 1 bulan. Selanjutnya, diberikan Imunisasi Lanjutan (booster) pada anak umur 18 bulan sebanyak 1 dosis vaksin DPT-HB-Hib; pada anak sekolah tingkat dasar kelas-1 diberikan 1 dosis vaksin DT, lalu pada murid kelas-2 diberikan 1 dosis vaksin Td, kemudian pada murid kelas-5 diberikan 1 dosis vaksin Td.

Keberhasilan pencegahan Difteri dengan imunisasi sangat ditentukan oleh cakupan imunisasi, yaitu minimal 95%.

Munculnya KLB Difteri dapat terkait dengan adanya immunity gap, yaitu kesenjangan atau kekosongan kekebalan di kalangan penduduk di suatu daerah. Kekosongan kekebalan ini terjadi akibat adanya akumulasi kelompok yang rentan terhadap Difteri, karena kelompok ini tidak mendapat imunisasi atau tidak lengkap imunisasinya. Akhir-akhir ini, di beberapa daerah di Indonesia, muncul penolakan terhadap imunisasi.

''Penolakan ini merupakan salah satu faktor penyebab rendahnya cakupan imunisasi. Cakupan imunisasi yang tinggi dan kualitas layanan imunisasi yang baik sangat menentukan keberhasilan pencegahan berbagai penyakit menular, termasuk Difteri'', ungkap Oscar.

Jumat, 15 Desember 2017

Melindungi Anak dari Bahaya Internet

Melindungi Anak dari Bahaya Internet
Ilustrasi // Sumber: Pexels
Dibalik manfaat dari penggunaan internet, penggunaan internet tanpa aturan dan pengawasan dari orangtua bisa menjerumuskan anak kepada bahaya internet, misalnya konten pornografi, kebencian, dan kekerasan yang sangat mudah didapatkan dari internet. Melindungi anak dari bahaya internet merupakan hal mutlak yang harus dilakukan oleh orangtua.

Berikut adalah beberapa cara melindungi anak dari bahaya internet yang bisa diterapkan oleh para orangtua agar anak-anak bisa mengakses internet secara sehat dan aman.

Buat Aturan Penggunaan Internet
Berikan pengarahan kepada anak bahwa gadget atau komputer dan akses internet yang diberikan harus digunakan untuk hal-hal positif, misalnya untuk mencari bahan pelajaran, diluar itu tidak boleh. Tentukan tempat, durasi, dan waktu yang diperbolehkan. Jangan biarkan anak mengakses internet di tempat yang sulit dipantau.

Libatkan Diri Anda ke Dunia Online Anak
Tidak berbeda dengan kehidupan dunia nyata, kehidupan mereka didunia maya juga perlu Anda ketahui. Siapa temannya dan apa yang mereka lakukan. Ajarkan anak untuk waspada, melindungi privasi, dan menjaga diri. Jangan sembarangan mengumbar informasi pribadi ke publik, misalnya alamat rumah, alamat sekolah, nomor telepon, bahkan foto pribadi. Karena hal tersebut bisa disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Bersahabat dengan Anak
Jadilah teman mereka agar mereka bisa terbuka dan mau bercerita, serta tidak menyembunyikan hal buruk yang mereka jumpai di internet kepada Anda.

Orangtua yang Memegang Kendali terhadap Akses Internet
Anda sebagai orangtua tentu harus bisa memegang kendali terhadap akses internet dirumah, misalnya password WiFi di rumah harus Anda yang mengatur, agar bisa mengontrol anak.

Aktifkan Fitur Parental Control di Gadget dan Komputer
Fitur parental control di gadget dan komputer bisa dimanfaatkan oleh para orangtua untuk melindungi anak dari hal-hal negatif ketika mereka sedang mengakses internet.
  • Jika Anda pengguna iOS, silahkan ikuti panduannya di sini.
  • Jika Anda pengguna Android, silahkan ikuti panduannya di sini dan di sini.
  • Jika Anda pengguna Windows Phone, silahkan ikuti panduannya di sini.
  • Jika Anda pengguna macOS, silahkan ikuti panduannya di sini.
  • Jika Anda pengguna Windows, silahkan ikuti panduannya di sini.
Anda bisa mencari di Google cara mengaktifkan fitur parental control sesuai dengan sistem operasi yang Anda gunakan.

Setting Mesin Pencari untuk Blokir Konten Terlarang 
  • Jika Anda menggunakan Google sebagai mesin pencari, silahkan ikuti panduannya di sini.
  • Jika Anda menggunakan Bing sebagai mesin pencari, silahkan ikuti panduannya di sini.

Aktifkan Safety Mode di YouTube. 
Silahkan ikuti panduannya di sini.

Bekali Anak dengan Pendidikan Agama
Pendidikan agama adalah hal yang sangat penting bagi anak. Dalam hal berinternet, tujuannya agar mereka mengetahui hal yang dilarang oleh agama sehingga mereka bisa berperilaku baik di internet.

Berikan Sanksi Tegas
Berikan sangsi yang tegas kepada anak apabila mereka melanggar aturan yang sudah disepakati, misalnya hukuman tidak akan boleh menggunakan internet selama seminggu.

Berikan Contoh yang Baik
Ajarkan kepada mereka untuk mematuhi aturan-aturan dengan memberikan contoh. Misalnya jika mereka dilarang mengakses internet pada malam hari, maka sebaiknya orangtua juga tidak berinternet pada malam hari. Maka tidak membawa pekerjaan kantor Anda ke rumah merupakan hal yang sangat penting.

Penggunaan internet secara sehat dalam keluarga Anda tentu akan berdampak positif bagi kehidupan anak tercinta maupun anggota keluarga lainnya. Memberikan pengertian, pendidikan, pengawasan serta pembatasan merupakan langkah-langkah yang bisa dilakukan oleh orangtua. Namun semua harus dilakukan dengan kerkesinambungan, karena kita semua sudah paham bahwa mengawasi anak tentu tidak bisa juga dilakukan setiap waktu, jadi kolaborasi cara-cara diatas bisa diterapkan untuk menyelamatkan anak tercinta Anda dari berbagai bahaya yang ada di era teknologi dan internet sekarang ini.

Dirangkum dari Jurnal Web dan sumber-sumber lainnya.