Editors Picks

Kamis, 03 Mei 2018

Cara Mendidik Anak Menurut Islam

sumber : pixabay.com















Assalamualaikum,  Wr. Wb.

Anak merupakan titipan dari Allah agar kita sebagai orang tua mampu mendidiknya agar kelak anak yang Allah titipkan kepada kita bisa menjadi anak yang berguna bagi orang tua, bangsa, negara dan agama. Namun tidak setiap anak memiliki sifat patuh dari lahir bahkan bisa juga karena pergaulan dengan teman-temanya di luar rumah sifat anak bisa berubah dari yang awalnya patuh, baik dan penurut berubah menjadi anak yang suka membantah, sering melawan kepada orang tua, yang lebih buruk terbawa oleh teman-temannya kedalam pergaulan yang kurang baik.


Ketahui Penyebab Anak  Nakal.
  1. Godaan Syetan bisa menjadi penyebab yang utama kenakalan anak bahkan juga penyebab seseorang melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan syariat islam karena syetan telah berjanji dihadapan Allah Swt untuk terus mengganggu anak cucu adam sampai hari kiamat datang. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
    “Iblis menjawab, ‘Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat kepada-Mu).’”
    (QS. Al-A’raf: 16-17).

  1. Pengaruh didikan dari kedua orang tua.
    ,Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
     “Semua bayi (manusia) dilahirkan di atas fithrah (kecenderungan menerima kebenaran Islam dan tauhid), maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya (beragama) Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”
    dalam hadist di atas menerangkan bahwa setiap anak yang lahir ke dunia cenderung memiliki hati yang lebih condong kepada Islam dan Tauhid. Tetapi kedua orang tuanyalah yang berpengaruh besar merubah kecendrungan tersebut sehingga anak tersebut menjadi beragama yahudi, nasrani ataupun agama-agama lain yang orang tuanya ajarkan.
  2. Pengaruh  lingkungan dan teman bergaul yang buruk
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
     “Perumpamaan teman duduk (bergaul) yang baik dan teman duduk (bergaul) yang buruk (adalah) seperti pembawa (penjual) minyak wangi dan peniup al-kiir (tempat menempa besi). Maka, penjual minyak wangi bisa jadi memberimu minyak wangi atau kamu membeli (minyak wangi) darinya, atau (minimal) kamu akan mencium aroma yang harum darinya. Sedangkan peniup al-kiir (tempat menempa besi), bisa jadi (apinya) akan membakar pakaianmu atau (minimal) kamu akan mencium aroma yang tidak sedap darinya.”

    Hadist di atas menganjurkan agar kita terutama anak kita bergaul dengan orang-orang yang baik karena lingkungan yang baik dapat mempengaruhi tingkah laku anak. Dan hadist ini juga sekaligus melarang kita bergaul dengan orang-orang yang buruk ahklaknya karena dapat memberikan dampak negatif pada anak.
Cara Mendidik Anak Menurut Islam

1.  Mendidik Anak Secara Agama

Pondasi akhlak yang paling utama dalam kehidupan adalah agama, itulah sebabnya ilmu agama sangat penting untuk diberikan kepada anak sejak dini agar pendidikan akhlaknya bagus. Jika Anda bergama islam bisa dilakukan dengan mengajarkan anak membaca Al-Qur’an dan juga menyekolahkannya pada sekolah-sekolah islami https://www.sdarrafibhs.sch.id/. Dengan diberikannya pendidikan agama sejak dini, diharapkan anak akan mampu memiliki perilaku dan juga budi pekerti yang baik.


2. Teguran dan nasihat yang baik
Ini termasuk metode pendidikan yang sangat baik dan bermanfaat untuk meluruskan kesalahan anak. Metode ini sering dipraktikkan langsung oleh pendidik terbesar bagi umat ini, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, misalnya ketika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang anak kecil yang ketika sedang makan menjulurkan tangannya ke berbagai sisi nampan makanan, maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah (sebelum makan), dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah (makanan) yang ada di hadapanmu.“

3. Tunjukan Sikap yang Lembut
Ketika anak berbuat kesalahan dan hal tersebut dilakukan di tempat umum, pasti rasanya Anda sebagai orang tua sangat dan ingin segera memarahi anak. Cara mendidik yang seperti ini sangatlah salah sama sekali, tindakan tepat yang harusnya dilakukan adalah dengan menunjukan sikap yang lembut dan memaafkannya. Coba tanyakan kepada mereka mengapa ia membuat kesalahan, anak berbuat kesalahan bukanlah karena keinginannya sendiri, tetapi terkadang terjadi karena ketidaksengajaan.

4. Jangan Terlalu Memanjakan Anak
Terlalu memanjakan anak sejak dini sangatlah tidak baik bagi perkembangan anak, mereka akan terbiasa dengan jalan yang mudah ketika ingin mendapatkan sesuatu. Hal tersebut akan berakibat jika suatu saat keinginannya tidak terpenuhi, mereka akan menunjukan sikap membangkang pada orang tuanya. Oleh karena itulah Anda sebagai orang tua jangan terlalu memanjakan anak, perlakukan mereka secara baik dan sewajarnya saja.

5. Berilah Contoh yang Baik Pada Anak
Anak yang masih dalam masa pertumbuhan akan dengan mudah menyerap apa yang orang lain lakukan disekitarnya. Bila Anda menginginkan anak untuk bersikap baik, jangan lupa untuk selalu memberikan contoh yang baik saat berada disekitar anak. Selain itu tidak lupa pula jauhkan anak dari hal-hal yang berdampak buruk pada perkembangannya, seperti acara tv kekerasan, teman yang nakal, dan yang lainnya.

6. Jangan Memberikan Label Buruk Pada Anak
Ketika anak berbuat kenakalan atau bersikap bandel, janganlah langsung memberikan label buruk kepada mereka, misalnya “kamu itu anak nakal, susah sekali untuk diatur”. Pemberian label nakal pada anak malah hanya akan membuat mereka yakin bahwa kenakalan adalah sifatnya, hal tersebut pada akhirnya hanya akan mempersulit kita sebagai orang tua dalam mengembalikan anak menjadi lebih baik.

7. Buat Aturan dengan Sanksi dan Reward yang Jelas
Dalam mendidik anak yang nakal dan susah diatur, langkah efektif yang bisa Anda ambil adalah dengan membuat sebuah aturan yang tegas dengan sanksi dan reward dan jelas. Sanksi berguna agar mereka menjauhi perbuatan tersebut, sementara reward (hadiah) difungsikan agar memberikan semangat kepada anak untuk bersikap lebih baik.

Demikianlah cara mendidik anak menurut syariat islam, semoga bermanfaat

Wassalamualaikum, Wr. Wb


@Arrafi 2018