Editors Picks

Selasa, 08 Mei 2018

Mendidik Anak-anak

image www.uii.ac.id
Memiliki anak yang manis dan sehat dapat menimbulkan perasaan ujub (sombong). Sebaliknya, kalau anak kita di takdirkan tidak sempurna (cacat) belum tentu sebah musibah. Meski anak  kita tidak sempurna, misalnya cacat pada tangan, kakinya tidak sempurna, atau tidak dapat mendengar dan berbicara, maka janganlah mereka disia-siakan. Siapa tahu anak kita inilah yang justru akan mengangkat derajat orang tuanya di mata Allah SWT.

Ini terjadi kalau sebagai orang tua kita ridha menerimanya Tetap menjaga, merawat, mendidik, dan tetap memuliaknnya sama dengan anak kita yang lain. Anak-anak pun wajib dibekali dengan ilmu pengetahuan untuk masa depannya, baik itu ilmu pengetahuan umum apalagi ilmu agama yang membuatnya semakin bisa menganal Allah.

Bahkan jika kita tidak ditakdirkan memiliki keturunan, maka jangan sampai kita menyalahkan Allah. Banyak langkah yang dapat di tempuh, salah satunya dengan cara mengangkat seorang anak dari orang lain. Kita besarkan dia secara tulus dan penuh kasih sayang, kemudian kita didik dengan sebaik-baiknya, layaknya anak kandung yang kita lahirkan. Bisa jadi dengan cara inilah Allah SWT. akan memberikan pahala yang jauh lebih besar.

Akan tetapi jangan lupa! Suatu saat kita wajib menjelaskan dengan terus terang bahwa kita bukan orang tuanya yang asli. Anak angkat kita wajib mengetahui kedua orang tua kandungya. Jika kedua orang tuanya telah meninggal, ajaklah untuk berziarah seraya mendoakannya. Sedangkan jika mereka masih hidup, maka segeralah untuk mempertemukan mereka. Jangan takut anak angkat kita tidak mengetahui kita lagi. Dan yang paling penting, jangan pernah berharap balasan apapun dari mereka. Ikhlaskan segala apa yang telah kita lakukan. Biarlah Allah yang membalasnya.

Untuk itu, orang tua harus selalu rajin berdoa kepada Allah SWT, agar anaknya dapat menolong kedua orang tuanya kelak.

Seperti difirmankan oleh Allah dalam surat Al-Furqaan (25) ayat 74, 
"Rabbana Hablana min azwaajinaa, wadzurriyyatinna qurrata a'yunin, waj'alna lil muttaqina imaaman (Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa)."